TEHNIK PENGOLAHAN NICKEL

LULIWA FATTAH INDONESIA
LUFATIN INDUSTRIES

NICKEL

Tehnik Pengolahan Nickel Yang Mudah

Nikel merupakan jenis logam transisi yang sangat di butuhkan dalam kehidupan manusia. Dalam unsur periodik, Nikel di beri simbol Ni dengan nomor atom 28, dan masuk dalam grup besi – kobalt, memiliki sifat keras dan ulet. Nikel sering di gunakan sebagai campuran logam lain karena sifatnya yang tidak mudah korosif dan tahan terhadap oksidasi udara dalam kondisi normal.

Sifat dan karakter Nikel ;

Simbul       : Ni, Nomor atom 28,Golongan 10 blok D
Periode       : 4, Fase Padat.
Masa jenis  : 8,800 Kg/m3
Titik lebur  : 14550 C, Titik didik 29130 C
Kepadatan   : 8.908 g/cm3 , keras dan ulet.
Sifat             : Putih keperakan, dan Ferromagnetic.

Tehnik pengolahan nikel yang ramah lingkungan, yang menghasilkan produk dengan kualitas tinggi tanpa mengeluarkan banyak biaya. Bahan baku (raw material) yang di konsentratkan dengan sistem pencucian spiral, yang kemudian di lakukan kalsinasi untuk proses lanjutan menggunakan pyrometalurgy.

Kegunaan Nikel dalam kehidupan sehari - hari 

Nikel memiliki manfaat yang sangat banyak dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua bidang industry membutuhkan unsur Nickel ;

  •          Nikel utamanya adalah sebagai bahan dasar Stainless steel.
  •          Pembuatan rangka otomotif dan campuran logam anti karat.
  •          Pembuatan uang koin.
  •          Bahan utama pembuatan baterai isi ulang.
  •          Material campuran untuk pembuatan kawat.
  •          Untuk lapisan out door teralis besi, handle pintu, kran air, dll.
  •      Sebagai bahan peralatan tehnik, baut, jam tangan, dll.
  •          Hingga bermacam peralatan dapur.

Pada umumnya Nikel di gunakan sebagai logam paduan bersama dengan jenis logam alloy yang lainya, selain sebagai katalis pada hidrogenasi, kathoda, pigmen, dan nutrisi dalam mikroorganisme ; 

     - Penggunaan Nikel sebagai baja tahan karat sekitar 65-70%, berkolaborasi dengan Mangan (MnO)          dan Besi (Fe).
     - Untuk Nikel - Tembaga (Ni-Cu)sekitar 10 – 12%.
     - Baja paduan standar, sekitar 5 – 7%.
     - Penggunaan pengecoran logam sebesar 3%.
     - Digunakan sebagai pelapis logam 10%.
     - Sisanya digunakan untuk strktur komposisi yang lain antara 4 – 5%.  

Jenis material Nickel (Ni) yang dapat kita temukan di alam.

  
          Secara umum, mineral bijih di alam ini dibagi dalam 2 (dua) jenis yaitu mineral sulfida dan mineral oksida. Begitu pula dengan bijih nikel, ada sulfida dan ada oksida. Masing-masing mempunyai karakteristik sendiri dan cara pengolahannya pun juga tidak sama.

           1. Bijih Nickel Laterit, merupaka mineral oksida yang secara umum terbagi menjadi 2 jenis               senyawa yang berbeda variasi kadar dan kandungannya, yaitu ;

a.   Saprolit, dengan kandungan besi yang rendah dan magnesium yang tinggi. Kadar Ni dalam saprolit berkisar rata – rata  1,4 – 3%, dengan kedalaman rata –rata lebih dari 8 meter dari permukaan tanah (OB).

b.  Dan Limonit, dengan kandungan besi yang tinggi dan Magnesium yang rendah, dengan kandungan Nikel rata – rata 0,4 – 1,5%. Memiliki kedalaman antara 1 – 5 M (OB) dari permukaan tanah. Dan kaya akan oksida Fe dan silicate yang rendah.

        2.  Bijih Nickel Garnierit, pada mineral tersebut lebih di dominasi oleh mineral Si, Mg, dan Ni.         Pada wilayah tertentu di Indonesia memiliki kandungan Ni yang cukup tinggi, yaitu                       berkisar antara 2 – 4%. Namun jarang di temukan karena pelapukan dalam pembentukan               mineral garnierite jauh lebih kompleks dari pada Laterit.

Tehnik Pengolahan Ore Nikel Laterite Yang Ramah Lingkungan

PROSES PENGOLAHAN NICKEL (NiO2)

Sebelum kita melakukan mineral processing, ada tiga hal penting yang harus kita perhatikan. Dalam dunia bisnis pertambangan (mineral processing) sering sekali kita terjebak dalam angan-angan untuk mendapatkan target yang tinggi tanpa memperhatikan faktor kegagalan. Jika ingin kegiatan mineral processing yang kita lakukan dapat bertahan dan terus berkembang dalam jangka panjang, maka faktor di bawah ini harus anda perhatikan ;

1.    Kesalahan besar utama adalah, Substansial dari nilai prediksi dan pola pikir (mind set), bahwa kita berencana akan melakukan kegiatan penambangan, proses mineral, pemurnian, hingga penjualan dari hasil akhir metal tersebut (proses dari A sampai Z).

Sebisa mungkin hindari pemikiran di atas. Tidak melihat skala yang akan di terapkan, baik itu untuk kapasitas kecil, menengah, maupun skala besar. Jika bukan karena terbentur oleh peraturan Pemerintah setempat, tidak ada perusahaan yang ingin melakukan kegiatan penambangan seperti yang anda pikirkan. Kecuali anda memiliki kapasitas yang betul – betul memenuhi syarat dan capabelity Itupun harus mempertimbangkan banyak hal dengan tingkat resiko yang sangat kompleks.

Jika anda ingin tingkat keberhasilan usaha dalam dunia pertambangan mineral memiliki prospek jangka panjang, maka anda harus tentukan klasifikasi kelompok dalam kegiatan pertambangan tersebut, sehingga kita tidak perlu terlalu rumit dan menanggung resiko yang sangat tinggi ;

a.     Mining Plan (Pilot plan) dengan rencana lokasi pertambangan yang sudah di lakukan survey geology atau geotechnik sesuai data yang dapat di pertanggung jawabkan, dan uji analisis serta kelayakan material  à Prepasasi Material dalam menentukan sumber bahan baku (raw material) terbaik sesuai target mineral yang di harapkan, à Klasifikasi Material yaitu menentukan dan memisahkan material sesuai kandungan mineral berharga (low & high grade), à Concentrator Mineral yaitu menjadikan bijih material (ore) agar lebih homogent dan menghilangkan unsur pengotor (gangue) semaksimal mungkin.

Sehingga batasan yang pertama, kita cukup melakukan kegiatan proses mineral hanya sampai menjadi konsentrate (concentrate) dengan kadar yang cukup tinggi. Kemudian hasil konsentrate tersebut bisa langsung anda jual kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan barang anda. Jika anda kesulitan, maka perusahaan kami akan membantu atau membeli produk anda dengan harga yang sangat kompetitif.

Proses pengolahan Nikel dari bahan tambang (raw material) untuk di jadikan konsentrat. Dengan jenis Nikel laterite ore yang kemudian akan di olah pada proses selanjutnya.Proses pengolahan Nickel laterite dari bahan material tambang hingga menghasilkan konsentrat berkadar nikel tinggi. Dengan memisahkan unsur pengotor (gangue) untuk menjadi concentrate homogent dengan cara yang sederhana.

Rumusan dalam transaksi nilai jual beli konsentrat, anda bisa lihat contoh berikut ini : 

b.  Ore concentrate yaitu bahan baku dari raw material yang sudah di konsentrasikan atau di bersihkan dari unsur pengotor (gangue), sehingga menjadi ore konsentrate yang lebih homogent, à  Drying yaitu tehnik pengeringan material dari proses awal untuk mengurangi atau menghilangkan kadar air (moisture) H2O hingga serendah mungkin,  à Ekstraction merupakan preoses penguraian ore dengan tehnik yang sudah di lakukan analisa terhadap karakter material yang ada,  à  Calsination adalah proses pembakaran atau peleburan awal untuk mendapatkan logam campuran (matte), dengan di campurkan beberapa aditif atau katalis sebagai reduktor.à Recovery adalah proses untuk mendapatkan logam yang menjadi target dari proses mineral, dengan kadar yang tinggi sesuai dengan keinginan yang kita harapkan.
      Sampai dengan tahapan ini kita sudah dapat menjual hasil dari proses mineral (ore) tersebut, dengan harga sesuai dengan kadar (purity) yang telah di capai berdasarkan kebutuhan pasar atau perusahaan yang membutuhkan produk anda.

      Hasil Recovery logam campuran (matte) dari proses ekstraksi, yang di hasilkan dari proses bahan konsentrat menjadi logam campuran dengan kadar mineral target yang cukup tinggi.

Proses Recovery mineral untuk mendapatkan logam campuran (matte) dengan kadar (purity) mineral yang lebih tinggi. Kemudian dapat di jual dengan nilai yang lebih tinggi.

c.   Recovery merupakan hasil dari logam matte pada tahapan proses sebelumya, à Furnacing adalah system peleburan yang di lakukan untuk menghilangkan unsur logam pengotor (gangue) pada metal matte, sesuai komposisi silica magnesia dan besi dengan ratio tertentu pada tanur yang telah di siapkan, à Refining setiap proses mineral perlakuanya berbeda – beda. Dalam hal ini akan disesuaikan dengan karakter dan proses pengolahan sebelumnya. Penambahan reduktor dan katalisator seperti batu bara dan belerang juga harus di sesuaikan dengan ratio takaran pada fasa peleburan  à Smelting merupakan proses peleburan akhir dari tanur (tungku) untuk menaikkan kadar mineral (Nickel) pada pemurnian serta pengayaan sesuai target unsur mineral yang sangat tinggi. Dalam sekala besar tanur ini membutuhkan tambahan oksigen yang di tiupkan ke dalam tungku peleburan. à Molding merupakan pelogaman yang di hasilkan pada peleburan dalam tanur (tungku) untuk di cetak berdasarkan ukuran tertentu (granule, powder, balok, atau pipih),  à Product yaitu hasil akhir yang siap di kemas dan di kirm ke konsumen (user) untuk di gunakan sesuai dengan permintaan pabrik atau perusahaan yang membutuhkan.

Hasil pengolahan (mineral processing) dan pemurnian (refinery) Nickel hingga kadar (purities) Ni : 99,99%. Yang di cetak dalam bentuk Ingot (balok), granuel, pipih, plate, dan alloy. 

Mekanisme pengolahan Nikel Laterit yang menghasilkan logam Nikel dengan kemurnian (purities) kadar Ni : 99,99%. Yang di cetak dalam bentuk ingot balok, granuel, pipih, dan plate.

2. Melihat pangsa pasar, ini merupakan faktor yang tidak kalah penting untuk menentukan keberhasilan usaha anda dalam jangka panjang. Tidak sedikit perusahaan – perusahaan besar yang gulung tikar karena tidak memperhatikan kebutuhan pasar. Kesalahan memanage dan berfikir bahwa dimana ada barang (product) pasti ada pembeli. Ini merupakan kesalahan yang sangat fatal, karena tidak semua produk bisa langsung di terima oleh pasar. Terkadang konsumen (perusahaan) akan berfikir sekian kali untuk membeli produk anda. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan perusahaan lain ketika akan membeli sebuah produk setengah jadi. Seperti biaya produksi lanjutan, waktu pengelolaan, peralatan tambahan yang di butuhkan, keuntungan dalam membeli produk, dan lain – lain. Ini yang memyebabkan anda akan membuat produk gagal. Pikirkan bahwa produk anda betul – betul memiliki pasar yang sangat prospektif dan di butuhkan oleh konsumen atau perusahan lain.

3.   Perputaran nilai modal usaha. Sebesar apapun modal yang anda miliki tidak akan bisa bertahan lama, jika kita mengabaikan dan tidak memperhatikan faktor-faktor di atas. Kesalahan   dalam prosesi awal serta produk yang gagal hanya akan membuat usaha anda jatuh ke dalam lubang yang dalam. Perputaran modal yang tidak sehat maka akan membuat usaha anda terseok – seok dan menunjukkan perspektif kebangkrutan serta pekerjaan yang sia-sia.

    Silahkan kirm saran dan kritik, pertanyaan, atau penawaran kerjasama anda

   Baca juga ;




   Created by LFI Group - Management

Comments

Post a Comment

CARA PENGOLAHAN EMAS DAN PERAK - LUFATIN INDUSTRIES

CARA PENGOLAHAN EMAS DAN PERAK - LUFATIN INDUSTRIES